20251024_065108_68fabf6cd914f.jpg
253 HARI LAGI

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTB Verified

Kesehatan

BANTU AKSES KESEHATAN DAN PEMULIHAN KORBAN KEKERASAN DI NTB



Terhimpun Rp. 0 dari kebutuhan Rp. 150.000.000

0%



Cerita GalangDaya

01 Oct 2025


Setiap hari, di berbagai pelosok Indonesia, ada suara tangis yang tak terdengar. Lebih dari 400 ribu kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sepanjang tahun 2024 — dan itu barulah angka mereka yang berani melapor. Di balik angka itu, ada ribuan wajah yang memilih diam karena takut, malu, atau tak tahu harus ke mana mencari pertolongan. Mereka bukan hanya kehilangan rasa aman, tapi juga hak dasar untuk hidup normal, untuk pulih, untuk merasa berharga.

Di Nusa Tenggara Barat, luka itu kami lihat lebih dekat. Wilayah yang dikenal dengan pesona laut dan gunungnya, ternyata menyimpan cerita getir perempuan dan anak yang berjuang sendirian. Berdasarkan data DP3A Provinsi NTB, terdapat 976 kasus kekerasan pada 2024 — 603 di antaranya menimpa anak-anak. Sebagian besar korban datang dari keluarga rentan ekonomi, tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, dan menghadapi tekanan sosial yang membuat mereka memilih diam. Di desa-desa pesisir, ada remaja yang tubuhnya berubah arah hidup hanya karena satu tindak kekerasan, namun tidak pernah mendapat pemeriksaan medis karena biaya yang mahal menjadi tembok yang tak bisa ditembus.

Bayangkan seorang anak perempuan di Lombok Timur — sebut saja Bunga, baru berusia 15 tahun. Ia tak memiliki kekuatan untuk melawan saat kekerasan menimpanya dari orang yang seharusnya menjadi pelindungnya. Sejak kejadian itu, ia berhenti sekolah. Setiap pagi ia duduk di sudut rumah, memandangi laut dari kejauhan. “Saya takut ke Puskesmas… Takut nanti orang tahu,” katanya lirih. 

Luka yang ia tanggung bukan hanya di tubuhnya, tapi di hatinya — luka yang tak bisa diobati hanya dengan waktu. Ia butuh tempat aman, butuh ruang untuk sembuh tanpa dihakimi. Dan di situlah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah NTB bersama Klinik Mitra Keluarga hadir, membuka pintu layanan kesehatan reproduksi gratis bagi korban kekerasan perempuan dan anak. Klinik ini bekerja sama dengan UPTD PPA Provinsi NTB, menjadi tempat pertama di mana banyak korban akhirnya berani berkata: “Saya ingin sembuh.”


Namun kebaikan tak bisa berjalan sendiri. Pemeriksaan kesehatan reproduksi, skrining infeksi menular seksual, layanan konseling dan pendampingan psikososial, semuanya membutuhkan biaya. Untuk menjangkau 300 korban dalam 12 bulan ke depan, kami menargetkan dana sebesar Rp 150.000.000. 

Dana ini akan digunakan untuk pemeriksaan dan screening lengkap (Rp 300.000/korban), konseling dan pendampingan (Rp 150.000/korban), serta logistik, operasional klinik, dan program edukasi pencegahan. 

Setiap rupiah akan memastikan satu korban mendapat layanan tanpa harus memikirkan biaya, tanpa harus menanggung malu, tanpa harus menunda lagi pemulihan mereka.

Hari ini, Anda bisa menjadi bagian dari penyembuhan itu.

Dengan satu donasi, Anda membantu perempuan dan anak menemukan kembali rasa aman, kesehatan, dan harapan. Anda menjadi bagian dari perubahan yang menolak diam atas kekerasan yang menghancurkan tubuh dan jiwa. Mari bersama pulihkan hak mereka untuk sehat, untuk sembuh, dan untuk hidup bermartabat.


Setiap kontribusi Anda — sekecil apa pun — adalah bukti bahwa empati masih hidup, dan bahwa kita tidak akan membiarkan mereka berjalan sendirian menuju pemulihan.

(Seluruh dana akan dikelola secara transparan, dengan laporan berkala yang dapat diakses melalui platform Galang Daya.)


Belum ada kabar terbaru.

Doa Harapan Donatur (1)

Afria Budiman

3 bulan yang lalu

semoga bisa tercpai

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram