20251104_143038_6909ab9e9052c.jpeg
314 HARI LAGI

Yayasan Adhirajasa Kusuma Bakti (Adhikti Foundation) Verified

Kesehatan

Program Menulis Untuk Kesehatan Jiwa bagi Remaja



Terhimpun Rp. 0 dari kebutuhan Rp. 500.000.000

0%
Terhimpun 0 relawan dari kebutuhan 50 relawan

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 1000 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 1000 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 100 barang

0%



Cerita GalangDaya

01 Nov 2025


*Program Menulis untuk Kesehatan Jiwa Remaja Indonesia*

Setiap hari, jutaan remaja Indonesia berjuang dalam diam. Mereka tersenyum di kelas, bercanda di media sosial, tetapi di balik layar, banyak di antara mereka menyimpan kecemasan, rasa takut, dan overthingking yang sulit terucap.

Menurut survei nasional I-NAMHS 2022, 1 dari 3 remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa dalam satu tahun terakhir — setara dengan 15,5 juta anak muda. Dari jumlah itu, sebagian besar tidak pernah mendapatkan bantuan profesional. Gangguan kecemasan, depresi, hingga stres akademik menjadi beban yang terus tumbuh di tengah sistem pendidikan dan sosial yang menuntut “sempurna”, tapi jarang memberi ruang untuk merasa “manusiawi.”

Masalahnya tidak sederhana. Di sekolah, remaja berhadapan dengan tekanan nilai dan tuntutan berprestasi. Di rumah, mereka sering tidak punya ruang untuk bercerita karena orang tua sibuk atau tidak tahu bagaimana harus merespons. Di lingkungan sosial, mereka takut dihakimi jika mengaku sedang tidak baik-baik saja.

Beberapa bahkan sudah dicap “nakal dan bandel” karena bolos, marah, atau tidak menuruti bimbingan guru. Yang tidak diketahui, banyak di antara mereka sedang berjuang melawan perasaan cemas dan tertekan yang tidak mereka mengerti.

Keterbatasan layanan konseling di sekolah serta minimnya tenaga profesional memperburuk keadaan. Stigma masyarakat tentang kesehatan jiwa membuat banyak remaja memilih diam, menanggung semuanya sendiri.

Dari kenyataan inilah Adhikti Foundation melahirkan program “Menulis untuk Kesehatan Jiwa”, sebuah ruang aman bagi remaja untuk memulihkan diri melalui tulisan. Terinspirasi dari penelitian James W. Pennebaker, program ini mengajarkan bahwa menulis bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi juga terapi yang mampu meredakan stres, mengurai emosi, dan menumbuhkan kesadaran diri.

Lewat workshop menulis reflektif, sesi konseling pribadi, dan dukungan kelompok, dengan tenaga professional dan psikolog, remaja diajak mengenali perasaannya, menata pikiran yang kusut, dan menemukan kekuatan dari setiap pengalaman hidupnya. Karya mereka, baik puisi, jurnal, maupun surat untuk diri sendiri, menjadi jendela menuju penyembuhan.

Program ini menyasar remaja SMP dan SMA dari keluarga pekerja di 10 kabupaten/kota di Indonesia, terutama mereka yang rentan secara sosial dan emosional di perkotaan dan daerah. Adhikti Foundation percaya, setiap anak berhak punya ruang aman untuk tumbuh, bukan hanya secara akademik, tapi juga secara mental dan emosional. Karena itulah, dukungan Anda menjadi sangat penting.

Setiap donasi yang Anda berikan akan membantu membuka kelas menulis reflektif, membiayai pendampingan psikologis, serta menyediakan kelompok dukungan agar para remaja tidak merasa sendirian dalam perjuangannya.

Mari bantu mereka menemukan kembali harapan, lewat satu tulisan kecil yang mungkin bisa menyelamatkan hidup.




Klik tombol kontribusi di bawah ini.


Belum ada kabar terbaru.

Doa Harapan Donatur (0)

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram