20260714_114653_6a55bf3d7be4e.png
174 HARI LAGI

Karsa Institute Verified

Bencana

Bantu Kelompok Rentang di Nokilalaki



Terhimpun Rp. 0 dari kebutuhan Rp. 50.000.000

0%



Cerita GalangDaya

08 Jul 2026


Mari Bantu Kawan-Kawan Kelompok Rentan di Kecamatan Nokilalaki

Gempa bumi M6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah berdampak besar bagi warga di Kabupaten Sigi, termasuk Kecamatan Nokilalaki. Sejumlah keluarga masih bertahan di tempat pengungsian dan perumahan sementara, sementara kebutuhan dasar seperti tempat perlindungan, makanan, air bersih, penerangan, perlengkapan kebersihan, dan dukungan bagi kelompok rentan masih sangat dibutuhkan.

Di tengah situasi darurat ini, balita, ibu hamil, ibu menyusui, penyandang disabilitas, dan lansia membutuhkan perhatian khusus agar dapat bertahan dengan aman, sehat, dan kemampuan.

Melalui kampanye ini, Karsa Institute bersama GalangDaya mengajak masyarakat untuk ikut membantu kawan-kawan kelompok rentan di Kecamatan Nokilalaki.


Pada Selasa, 16 Juni 2026, gempa bumi berkekuatan M6,7 mengguncang Sulawesi Tengah dan berdampak pada sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi. Guncangan gempa menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta membuat warga harus mengungsi dan membangun tempat tinggal sementara di lapangan, halaman rumah, atau tenda seadanya.

Dalam perkembangan situasi per 22 Juni 2026, tercatat 8.601 jiwa mengungsi , 2.662 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan , serta 3 jiwa meninggal dunia di Kabupaten Sigi. Di Kecamatan Nokilalaki, beberapa titik terdampak yang menjadi perhatian antara lain Desa Kamarora A, Kamarora B, Sopu, dan Lembantongoa .

Berdasarkan data awal pendataan lapangan, di tiga desa terdampak di Kecamatan Nokilalaki, yaitu Kamarora A, Kamarora B, dan Sopu, sedikitnya terdapat 3.081 jiwa dari 1.125 KK yang terdampak/mengungsi. Rinciannya, Kamarora A mencatat 1.193 jiwa dari 461 KK , Kamarora B mencatat 1.511 jiwa dari 538 KK , dan Sopu mencatat 377 jiwa dari 126 KK .

Namun, bencana tidak berdampak sama bagi semua orang. Dalam situasi darurat, kelompok rentan menghadapi risiko yang lebih besar. Balita membutuhkan asupan, perlindungan, dan lingkungan yang lebih aman. Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan dukungan kesehatan, nutrisi, dan perlengkapan kebersihan. Lansia membutuhkan tempat istirahat yang layak, makanan yang sesuai, serta perlindungan dari cuaca dan kondisi pengungsian. Sementara itu, penyandang disabilitas memerlukan dukungan yang lebih spesifik agar tetap dapat mengakses bantuan dan tidak tertinggal dalam tanggap bencana.

Dari data sementara Pos Lapangan di Kecamatan Nokialaki, khususnya untuk Kamarora A dan Kamarora B, tercatat sedikitnya 335 kawan kelompok rentan yang membutuhkan dukungan segera. Mereka terdiri dari 79 balita, 12 ibu hamil, 57 ibu menyusui, 15 penyandang disabilitas, dan 172 lansia .

Karsa Institute bersama relawan lokal terus bergerak melakukan asesmen, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa, serta penyaluran bantuan awal sesuai kebutuhan lapangan. Bantuan awal berupa tenda/terpal, tikar, dan bahan pokok telah mulai didistribusikan. Namun, kebutuhan warga, khususnya kelompok rentan, masih terus berjalan.

Melalui kampanye ini, kami mengajak masyarakat untuk ikut memastikan kawan-kawan kelompok rentan di Kecamatan Nokialalaki mendapatkan bantuan yang tepat, cepat, dan terlindungi.



Belum ada kabar terbaru.

Doa Harapan Donatur (0)

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram