20260829_130846_6a92776e2997b.jpeg
25 HARI LAGI

Yayasan Pionir Bulingan Verified

Bencana

Bantu Warga Kaltara Menghadapi Darurat Karhutla dan Kabut Asap



Terhimpun Rp. 270.000 dari kebutuhan Rp. 30.600.000

1%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 200 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 50 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 50 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 50 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 20 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 20 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 20 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 20 barang

0%



Cerita GalangDaya

10 Oct 2026



Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan Utara sepanjang bulan Agustus 2026 telah berdampak langsung pada lebih dari 15.000 jiwa penduduk. Berdasarkan situasi terkini, titik api terus menyebar dengan eskalasi termasif berada di Kabupaten Bulungan—khususnya Desa Karang Tigau dengan luas lahan terbakar lebih dari 507 hektare—serta meluas hingga ke wilayah Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan.

Dampak dari kabut asap pekat ini memicu krisis kesehatan, ditandai dengan lonjakan kasus ISPA yang mencapai lebih dari 450 keluhan. Kondisi udara yang memburuk juga memaksa sejumlah institusi pendidikan menyesuaikan proses belajar mengajar. Saat ini, tim gabungan dari BPBD Bulungan, Dinas Kehutanan Kaltara, dan Ditsamapta Polda Kaltara telah dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penanganan dan pemadaman.


Untuk memperkuat respons darurat tersebut dan memastikan keselamatan warga serta petugas di lapangan, Yayasan Pionir Bulungan bersama GalangDaya membuka penggalangan dukungan publik.

Dukungan yang terkumpul akan digunakan untuk mendistribusikan kebutuhan mendesak, mencakup alat kesehatan dasar bagi warga terdampak dan kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) bagi relawan pemadam di garis depan.

Mari bergerak bersama


Logo Organisasi Yayasan Pionir Bulingan Verified

4 hari yang lalu

Update Kondisi Darurat Karhutla dan Kabut Asap Kaltara

KALTARA SIAGA ASAP — Meski hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Utara dan memadamkan titik api lokal, kualitas udara di Kabupaten Bulungan justru kembali memburuk. Berdasarkan data BMKG Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan, konsentrasi polutan  berada di angka  atau masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat (152.0 μg/m³).
Lonjakan polusi ini dipicu oleh "impor" asap lintas daerah akibat pola angin yang bertiup dari arah Selatan menuju Utara. Asap tebal hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari daerah tetangga, seperti Berau, hingga provinsi sekitar, terdorong masuk wilayah Kaltara.
Dampaknya ruang gerak warga makin terbatas, risiko penyakit saluran pernapasan, aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terpaksa dialihkan secara daring (online).

"Asap tak kenal batas, tapi kepedulian kita bisa menembusnya! Mari bersatu mendukung Kalimantan Utara menghadapi tanggap darurat karhutla dan kabut asap.!"

Doa Harapan Donatur (0)

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram