20261008_111011_6ac717a31b4a6.jpg
29 HARI LAGI

Perkumpulan Keluarga Berencana Kalimantan Selatan Verified

Bencana

Lindungi Napas Kalsel, Bantu Warga Kalsel Bertahan dari Kepungan Asap



Terhimpun Rp. 0 dari kebutuhan Rp. 25.000.000

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 1000 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 1000 barang

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 1000 barang

0%



Cerita GalangDaya

08 Oct 2026


Tidak semua orang bisa memilih untuk tetap berada di dalam rumah ketika kabut asap datang.


Anak-anak tetap belajar di sekolah. Orang tua tetap berangkat kerja. Ibu hamil, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan tetap harus menjalani aktivitas sehari-hari di tengah udara yang semakin tidak sehat.


Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan bukan hanya persoalan lahan yang terbakar. Asap yang dihasilkan membawa ancaman lain seperti gangguan pernapasan, iritasi mata, kualitas udara menurun, hingga peningkatan risiko kesehatan terutama bagi kelompok rentan. 


Melihat situasi tersebut, PKBI Daerah Kalimantan Selatan melalui Lindungi Napas Kalsel, melakukan respons kesehatan berbasis komunitas untuk membantu masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat Karhutla.


Dukungan akan diarahkan untuk membantu menyediakan:

  • Masker dan perlindungan kesehatan bagi warga;

  • Kebutuhan bagi kelompok rentan;

  • Edukasi untuk mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap;

  • Pemantauan kesehatan sederhana;

  • Dukungan rujukan bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.


Bersama Memperkuat Respons


PKBI Daerah Kalimantan Selatan bersama GalangDaya terus berupaya memastikan warga memiliki perlindungan dasar, mendapatkan informasi yang tepat, dan terhubung dengan layanan kesehatan demi menjaga keamanan warga.


“Mari kita ringankan napas mereka hari ini. Dengan berkontribusi, anda tidak hanya memberikan masker, anda memberikan harapan bagi warga Kalsel untuk bisa bernapas sedikit lebih lega di tengah bencana ini. Karena di balik setiap titik api, ada masyarakat yang tetap harus bernapas”












Belum ada kabar terbaru.

Doa Harapan Donatur (0)

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram