20261005_150639_6ac35a8f6e66f.jpg
34 HARI LAGI

PKBI Kaltim Verified

Kesehatan

Tangan Kita Bisa Meredakan Sesak Nafas Mereka. Mari Berbagi & Peduli!



Terhimpun Rp. 0 dari kebutuhan Rp. 5.000.000

0%
Terhimpun 0 relawan dari kebutuhan 10 relawan

0%
Terhimpun 0 barang dari kebutuhan 50 barang

0%



Cerita GalangDaya

06 Oct 2026


Tangan Kita Bisa Meredakan Sesak Nafas Mereka. Mari Berbagi & Peduli! 


Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Samarinda sepanjang 2026 tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan dan kebutuhan dasar warga.


185 kejadian kebakaran tercatat hingga pertengahan September 2026 dengan total luas lahan yang terbakar sekitar ±382,93 hektare. 


Sejumlah wilayah seperti di Kecamatan Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara turut berdampak kabut asap dengan kualitas udara yang beberapa kali mencapai kategori tidak sehat–hal ini dapat dilihat dari Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Stasiun Taman Segiri yang mencapai angka 102 dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 48,2 µg/m³, meskipun umumnya berada pada kategori Sedang dan berfluktuasi menurun di sore hari.


Diperkirakan lebih dari 100.000 penduduk yang tinggal di kawasan terdampak terberat (Kecamatan Palaran, Sambutan, dan Samarinda Utara) berhadapan langsung dengan paparan kabut asap, di tengah populasi kota yang mencapai ±893.385 jiwa.


Dampak kesehatan tercermin dalam lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama kelompok rentan meliputi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit bawaan. Dinas Kesehatan Kota Samarinda mencatat peningkatan sebesar 22,8% pada Agustus 2026, dengan rata-rata kunjungan harian naik dari 162,5 kasus (Juni) dan 167,9 kasus (Juli) menjadi 206,2 kasus per hari pada periode 1 s.d. 22 Agustus. Secara akumulatif, tercatat 799 kasus riil ISPA pada bulan tersebut, sedangkan total kasus sejak Januari–Agustus 2026 mencapai 48.230 kasus.


Krisis ini diperparah oleh menurunnya debit air di Waduk Benanga serta kekeringan sumur warga, sehingga kawasan Samarinda Utara dan Palaran menghadapi tekanan ganda: kabut asap pekat sekaligus krisis air bersih. Meskipun layanan dasar tetap berjalan, stok masker, obat-obatan ISPA, obat-obat mata (salep/tetes mata) dan suplai air bersih mulai tidak mencukupi di beberapa titik terpencil. Situasi ini menuntut respons yang terkoordinasi, tidak hanya untuk penanganan darurat saat ini, tetapi juga pemulihan jangka panjang dan pencegahan kebakaran berulang di musim kemarau mendatang.

 

Respon yang Telah Dilakukan

Sejumlah respons awal telah dilakukan untuk membantu warga menghadapi dampak karhutla, di antaranya:

  • Himbauan penggunaan masker untuk mengurangi paparan asap;

  • Distribusi masker dengan stok yang tersedia;

  • Penyiapan Klinik Ria Kencana PKBI Daerah Kalimantan Timur sebagai Klinik Siaga Asap;

  • Penyediaan oksigen, nebulizer, vitamin, dan obat-obatan bagi warga yang datang dengan keluhan pernapasan. 

Namun, kebutuhan di lapangan masih ada dan perlu terus diperkuat, khususnya bagi kelompok masyarakat yang lebih rentan terhadap dampak kabut asap.


Respons yang Akan Dilakukan

  1. Layanan Kesehatan Gratis

Pemeriksaan kesehatan bagi warga yang terdampak dan mengalami keluhan kesehatan.

  1. Dukungan Nutrisi

Pemberian nutrisi tambahan bagi masyarakat yang terdampak ISPA selama dan setelah kondisi karhutla

  1. Masker dan Vitamin

Distribusi masker dan vitamin untuk membantu warga mengurangi risiko dampak kesehatan akibat paparan asap

  1. Dignity Kit untuk Kelompok Rentan

Dukungan kebutuhan dasar bagi kelompok yang membutuhkan perhatian lebih, meliputi: ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, lansia, dan penyandang disabilitas.


Bersama Memperkuat Respons

Dampak karhutla tidak selesai ketika asap mulai berkurang. Warga membutuhkan dukungan untuk melewati kondisi darurat sekaligus memulihkan kebutuhan mereka setelahnya.


PKBI Daerah Kalimantan Timur bersama GalangDaya terus berupaya menghubungkan kebutuhan warga dengan dukungan yang tersedia.


“Karena merespons bencana bukan hanya tentang hadir saat darurat, tetapi juga memastikan dukungan sampai kepada mereka yang membutuhkan.”



Belum ada kabar terbaru.

Doa Harapan Donatur (0)

Formulir Kontribusi

Bagikan ke:
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram